Media teknologi informasi seputar komputer, smartphone, game, internet, spesifikasi dan harga, review, travel, bisnis, asuransi, otomotif, tips, tutorial, cara, gaya hidup serta kesehatan.

Senin, 21 Mei 2018

Pengertian Dan Fungsi Job Safety Analysis (JSA)

Apa itu job safety analysis (JSA definiton)

Job safety analysis atau JSA adalah teknik manajemen keselamatan yang berfokus pada identifikasi bahaya dan pengendalian bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang hendak dilakukan, dimana JSA ini berfokus pada hubungan antara pekerja, tugas atau pekerjaan, peralatan dan lingkungan kerja.

Idealnya, setelah Anda (supervisor) mengindentifikasi bahaya yang ada di area kerja, Anda harus menentukan langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan bahkan menghilangkan risiko tersebut.

Pengertian Dan Fungsi Job Safety Analysis (JSA)

Fungsi JSA

Dibawah ini terdapat beberapa kegunaan job safety analysis (JSA) yang dibuat untuk sebagai berikut :

1. Mengenali “hazards” pada suatu pekerjaan.
2. Menaksir kemungkinan untuk merugikan pada orang, peralatan dan lingkungan dari suatu “hazards”.
3. Memikirkan langkah untuk mengendalikan resiko yang berhubungan dengan suatu “hazards”.
4. Memeriksa metoda kerja dan mengembangkan suatu prosedur kerja yang aman.
5. Menyediakan suatu pendekatan yang konsisten kepada semua karyawan dan kontraktor dengan mematuhi pada manajemen resiko pekerjaan.

Dengan menyusun atau menerbitkan dan mensosialisasikan job safety analysis pada tenaga kerja merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja. Adapun dibawah ini merupakan langkah-langkah dalam menyusun JSA (Job Safety Analysis) antara lain :

1. Menentukan jenis pekerjaan
Pekerjaan yang memiliki riwayat kecelakaan kerja paling parah ataupun sering merupakan prioritas utama untuk dianalisa keselamatannya. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan pekerjaan yang akan dianalisa ialah sebagai berikut :

a. Tingkat keseringan kecelakaan kerja.
b. Tingkat kecelakaan yang menyebabkan cacat.
c. Potensi keparahan kecelakaan kerja.
d. Pekerjaan yang bersifat baru.
e. Pekerjaan yang memiliki riwayat hampir celaka (nearmiss).

2. Merinci urutan-urutan atau langkah-langkah pekerjaan dari awal dimulai pekerjaan sampai dengan selesainya pekerjaan.
3. Mengidentifikasi bahaya dan potensi kecelakaan kerja terhadap tiap-tiap urutan kerja yang dilakukan.
4. Menentukan langkah pengendalian terhadap bahaya-bahaya tiap urutan kerja yang dilakukan.

Tujuan job safety analysis (JSA)

Adapun tujuan job safety analysis (JSA) memiliki beberapa tujuan yang diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Penelaahan risiko pada task-task yang ada pada suatu pekerjaan. Memikirkan cara yang paling safe untuk itu.
2. Pelaku job safety analysis (JSA) harus menyelediki segala jenis hazard yang terdapat pada masing-masing task.
3. Memikirkan cara untuk mencegah terjadinya cidera, atau kecelakaan.
4. Membantu pembuatan Prosedur Kerja yang safe (SOP).

Kesimpulan mengenai job safety analysis

Job safety analysis (JSA) bermanfaat untuk mengidentifikasi dan menganalisa bahaya dalam suatu pekerjaan sehingga bahaya pada setiap jenis pekerjaan dapat dicegah dengan tepat dan efektif.

Selain itu, JSA juga dapat membantu pekerja memahami pekerjaan mereka lebih baik khususnya memahami potensi bahaya yang ada dan dapat terlibat langsung mengembangkan prosedur pencegahaan kecelakaan. Demikian pembahasan mengenai pengertian dan fungsi job safety analysis (jsa), semoga apa yang dijelaskan pada pembahasan diatas dapat menjadi informasi edukatif bagi anda dalam mengetahui job safety analysis. (Writer : Dayat)